Senin, 09 Oktober 2023

Cara Tetap Punya Semangat

 

 

 

 

Semangat adalah salah satu kunci penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Semangat dapat membantu kita untuk tetap termotivasi dan gigih dalam menghadapi tantangan.

Berikut adalah beberapa cara untuk punya semangat:

  • Tetapkan tujuan yang jelas dan realistis. Ketika kita memiliki tujuan yang jelas dan realistis, kita akan lebih termotivasi untuk mencapainya.

  • Buatlah rencana untuk mencapai tujuan Anda. Rencana yang jelas akan membantu Anda untuk tetap fokus dan tidak mudah menyerah.

  • Lakukan hal-hal yang Anda sukai. Melakukan hal-hal yang kita sukai dapat membantu kita untuk merasa lebih bahagia dan bersemangat.

  • Bersikap positif. Berpikir positif akan membantu kita untuk melihat sisi baik dari setiap situasi.

  • Dukung diri sendiri. Berikan penghargaan pada diri sendiri atas pencapaian yang telah diraih.

Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk punya semangat:

  • Luangkan waktu untuk beristirahat dan relaksasi. Ketika kita merasa lelah, kita akan lebih mudah merasa sedih dan kehilangan semangat.

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat akan membantu kita untuk merasa lebih energik dan bersemangat.

  • Olahraga secara teratur. Olahraga dapat membantu meningkatkan mood dan meningkatkan energi.

  • Bersikaplah bersyukur. Bersyukur atas hal-hal yang kita miliki dapat membantu kita untuk merasa lebih bahagia dan bersemangat.

Jika merasa kehilangan semangat, cobalah untuk menerapkan tips-tips di atas. Dengan melakukan perubahan-perubahan kecil dalam hidup Anda, Anda akan dapat meningkatkan semangat dan motivasi Anda.

Minggu, 22 Februari 2015

"LAIN SYAKARTUM LA-ADZII DANNAKUM WALAIN KAFARTUM INNA AZABI LASYADIID"

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Orang yang paling beruntung dalam hidup ini bukanlah yg memiliki harta banyak,
pangkat tinggi, gelar,kedudukan dan lainnya, melainkan yg terpenting adalah: 1. Orang yang diberi nikmat kemudian ia bersyukur. 2. Orang yang ketika diberi ujian Allah kemudian ia bersabar, karena kesyukuran dan kesabaran itulah yang membuat dirinya semakin dekat dengan Allah swt.
Oleh karena itulah jika kita berdoa kepada Allah meminta harta, ilmu dan pangkat, ini belum tentu akan membawa kebaikan bagi kita Bila tidak disertai dengan sikap bersyukur dan bersabar, mungkin sebaliknya itu akan menjadi fitnah. Tidak sedikit orang terkenal, tapi berakhir hidupnya dengan bunuh diri. Tidak sedikit orang yang berkedudukan tetapi terhina justru karena kedudukannya.
banyak orang yang menderita dengan keindahan rupanya. Orang yang berharta banyak tetapi
diliputi oleh rasa takut dan kekhawatir akan hartanya, sehingga bertambah kehinaannya karena ketamakannya.
Jadi kalau kita hendak berdoa kepada Allah, sertakanlah kita menjadi orang yang mengingati Nya dan banyak bersyukur di atas anugrah Nya. Karena boleh jadi nikmat itu berubah menjadi laknat atau azab bergantung pd sikap kita . Maka Rasulullah saw. Mengajarkan, hendaklah senantiasa berdoa :
"ALLAHUMMA AINNI A’LA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA".
Ya Allah jadikanlah kami hamba Mu yang sentiasa mengingati Mu dan Hamba mu yang sentiata
mensyukuri nikmat Mu, dan hamba Mu yang melakukan amal kebaikan karena Mu.
Akhi fillah,,,,,,.
Sering di antara kita lebih sibuk memikirkan nikmat yang belum ada dan belum sampai, padahal nikmat kita itu tidak akan tertukar, Allah menciptakan makhluk lengkap dengan rejekinya. kewajiban kita hanya usaha, ihktiar yg diiringi doa setelah itu Tawaktu alallah....biarlah allah yg ngaturnya.
“WA MAA MIN DAABBATIN FIL ARDY ILLA A’LALLAHI RIZQUHAA”
Dan bagi setiap makhluk yang melata di muka bumi, Allahlah yang menanggung rizkinya.
Yang harus selalu kita risaukan adalah justru kita tidak mensyukurinya. Setiap nikmat kalau
disyukuri akan mendatangkan nikmat yang lebih besar. Setiap nikmat kalau disyukuri akan
membuka pintu nikmat yang lainnya. ……………Oleh karena itu, kegigigihan kita sebagai ahli
syukur inilah yang sebetulnya harus kita miliki, kalau kita ingin menikmati hidup ini.
Ahli syukur, adalah seseorang yang hatinya tidak merasa memiliki dan dimiliki, kecuali menyadari semuanya milik Allah. Tidak ada nikmat sekecil apa pun kecuali dari Allah. Tidak ada istilah kebetulan, melainkan semua nikmat diatur oleh Allah swt. Sekali lagi Orang yang senantiasa bersyukur (ahli syukur) cirinya :
1. Sekecil apapun nikmat akan disyukurinya. Akibatnya akan merasakan kebahagiaannnya
sampai ke hal-hal yang kecil. Berbeda dengan yang tidak tahu bersyukur, dia letih dan susah
memikirkan nikmat yang belum ada. Akibatnya jangankan nikmat yang belum ada, yang sudah
ada saja tak ternikmati. Ingatlah Ahli syukur tidak pernah kehilangan kesempatan untuk
menikmati setiap nikmatnya, krn sikap syukurnya itu yang membuat ia nikmat.
2. Ahli syukur , Selalu memuji Allah dalam setiap kesempatan. Setiap kali ia mendapat pujian
tidak merasa itu miliknya. Semua yang membuatkan kita dipuji adalah karunia Allah. Oleh karena itulah tidak layak kita menjadi orang yang menikmati pujian, sehingga kita membohongi diri sendiri. Sebaik-baik orang yang bersyukur, yang selalu berbahagia adalah yang ketika dipuji
mengembalikan pujian itu kepada Allah swt. Dengan Ucapan “Al-Hamdulillah Rabbil A’lamin”
Segala puji hanyalah bagi Allah, hanyalah milik Allah, tuhan sekalian alam.
3. Ahli Syukur, Selalu berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan nikmat bagi dirinya.
Semua nikmat ada jalur-jalurnya. Mungkin nikmat kita melalui seseorang. Orang yang tahu
bersyukur itu senang sekali untuk merenungi dan mengingati kebaikan orang lain dan
membalasnya. Dan orang-orang yang bersyukur inilah yang akan menikmati kehidupan yang
penuh dengan nikmat.
4. Ahli Sykur, akan memanfaatkan nikmat yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah. Lisan mengucapkan Al-Handulilah kepada Allah dan terima kasih kepada sesama manusia. dahi
dipakai banyak bersujud. Mata dipakai melihat kebenaran ilmu dan Al Quran. Lidah dipakai
banyak menyebut nama Allah, berdoa, menasehati kebaikan dan kebenaran, dan harta kekayaan dinafkahkan di jalan Allah.
Ingtalah bahwa Ilmu, kekayaan dan kesempatan adalah nikmat.
Allah menjanjikan setiap nikmat yang disyukuri akan mengundang nikmat yang lainnya. Tidak
usah bingung terhadap nikmat yang belum ada, karena nikmat yang belum ada bukan urusan
kita, itu hak mutlak Allah. Urusan kita mensyukuri nikmat yang ada.
Akhi fillah.......
Nikmatnya ahli syukur ialah akan bebas dari fikiran yang sia-sia, dari menyusahkan dirinya, bahkan akan dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan nikmat-nikmat yang belum terpikirkan olehnya.
Kita yakinkan dalam diri kita : kita banyak angan-angan dan keinginan yang kita harapkan, tetapi tidak semua yang diharapkan akan kita dapatkan, kewajiban kita adalah mensyukuri apa yang kita peroleh, maka jadilah manusia Ahli Syukur.
Amin Allahumma Aminn.........

Selasa, 17 Februari 2015

SAYA YANG MASIH PUNYA MASA DEPAN



Saya tahu kehidupan ini hanya sementara tidak ada hal yang harus dipusingkan, tidak ada hal yang harus dirisaukan apa yang telah terjadi hanya sebuah ujian di dalam menjalani kehidupan,,,

Saya masih punya masa depan untuk orang yang saya cintai dari orang kecil sampai orang besar dan bukan tertuju pada satu orang, semua butuh kebersamaan kedamaian dan pengorbanan...
Tetap berdoa dan berusaha dalam hidup ini, hidup bukan untuk hari ini dan hari esok saja. Keyakinan harus kita bangun mulai sekarang bahwa kita masih bisa bekerja keras mikir lebih keras dan tak berputus asa, selalu di jalan Allah dalam keadaan apapun dan dimanapun,,karna Dia maha tahu apa yang tidak kami tahu..,,

Jangan pernah menyerah dalam situasi apapun, genggamlah masalahmu dan serahkankanlah semua itu ke Allah. Agar kita bisa mendekatkan diri di jalan yang lurus jalan yang di Ridhoi Allah..

Sadarlah,,,bahwa besok kamu masih butuh makan, maka dari itu bekerjalah biar kamu senantiasa bisa makan dan tersenyum.
/fr

Senin, 16 Februari 2015

Aku yang masih punya semangat.





 Yaa Allah,
Maafkan jika kami rapuh dan suka mengeluh…

Tapi mulai hari ini…,
Kami seharusnya bersyukur dengan semua nikmat yang tidak bisa kami hitung.
Kami masih bisa bernafas dan masih bisa berjalan.

Mohon jauhkan kami dari …
Berkeluh kesah, kesempitan pikiran, kekotoran hati dan dari kemalasan tubuh ini.

Yaa Allah…
Jagalah, Sayangilah, Kasihilah, Cintailah dan lindungilah selalu yang membaca tulisan ini, Sepanjang hidupnya beserta orang orang yang dekat kepadanya.

Aamiin…

ANDA DAN KESYUKURAN

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (surah Ibrahim 14, ayat 7).

Enak didengar dan mungkin sudah kerap kita dengar maksud ayat ini, namun tidaklah mudah bagi seseorang untuk melakukannya. Karena jika ia malakukan maksud ayat ini niscaya ia akan berjaya dalam hidupnya.

Dalam buku "The Secret": Banyak orang menjalani hidup dengan cukup benar tetapi tetap miskin kerana kurang bersyukur. – Wallace Wattles.

Janganlah anda selalu mengeluhkan apa yang tidak anda miliki. Saya tidak memiliki rumah yang saya inginkan, saya tidak memiliki mobil yang saya idamkan, saya tidak memiliki uang yang banyak, saya tidak memiliki ……….ini itu dan lain sebagainya. Keluhan-keluhan seperti ini akan memberikan efek yang sangat negatif bagi semangat anda. Anda tidak pernah mensyukuri apa yang ada sehingga apa yang anda miliki seakan-akan tidak ada harganya sama sekali. Ini amat berbahaya. Inilah yang dinamakan siksaan hidup.
Sepatutnya anda harus menfokuskan kepada yang anda miliki saat ini. Dengan demikian anda akan bersemangat selalu dalam hidup anda. Anda tidak mungkin mempunyai uang yang banyak jika anda tidak mensyukuri uang yang sekarang ada pada anda. Seberapapun wang yang ada. Anda tidak mungkin memiliki rumah yang anda idamkan jika anda tidak mensyukuri rumah yang anda tinggali saat ini, sebesar apapun rumah anda. Anda tidak mungkin mempunyai kendaraan idaman anda jika anda tidak mensyukuri kendaraan yang ada saat ini. Inilah kunci keberhasilan.
Dengan mensyukuri nikmat, hati anda akan merasa tenang. Ketenangan akan membawa kepada kebaikan-kebaikan yang lain. Dan jika anda senantiasa mengeluh, maka anda tidak akan merasakan ketenangan dan tidak dapat menfokuskan tujuan hidup anda.
Fokuslah kepada apa yang anda inginkan. Janganlah berfokus kepada apa yang tidak anda miliki. Insya Allah anda akan berjaya.

MEMBERI ADALAH PANGKAL KEBAHAGIAAN

"Fa ammaa man a'thaa wat taqaa washaddaqa bil husna fa sanuyassiruhu lil yusra" - antara maksud dari ayat ini adalah barangsiapa yang suka memberi maka akan diberi kemudahan oleh Allah dengan segala kemudahan.
Terbukti dalam semua penelitian bahawa orang yang suka memberi ternyata lebih bahagia daripada orang yang hanya mengharapkan pemberian.
Semaklah tulisan berikut ini:

Hidayatullah. com--Semakin besar uang yang dibelanjakan orang untuk menolong sesama, atau dalam rangka memberi hadiah untuk orang lain, maka si dermawan tersebut akan bertambah bahagia. Demikian hasil kajian Elizabeth Dunn, pakar psikologi dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada.
Rincian penelitian ini diterbitkan baru-baru ini di jurnal ilmiah terkemuka dunia, Science, volume 319, tanggal 21 Maret 2008. Dimuat di halaman 1687-1688, karya ilmiah mengejutkan itu terpampang dengan judul “Spending Money on Others Promotes Happiness” (Membelanjakan Uang untuk Orang Lain Meningkatkan Kebahagiaan) .
Memenangkan undian atau kuis berhadiah uang miliaran barangkali merupakan simbol kebahagiaan. Namun, penelitian terkini tersebut menjungkirbalikkan ilmu ekonomi yang selama ini diajarkan turun-temurun tersebut.
Temuan itu menunjukkan, yang terpenting bukanlah jumlah uang yang kita punya, tetapi bagaimana kita membelanjakannya! Orang yang menyedekahkan uangnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, atau berbelanja hadiah untuk diberikan kepada orang lain ternyata lebih bahagia daripada mereka yang menghamburkan uang untuk kepuasan diri sendiri.
Penelitian terkait sekitar 3 tahun sebelumnya memperlihatkan bahwa kaum kaya sedikit lebih bahagia daripada kaum miskin. Akan tetapi kaitan antara kekayaan dan kebahagiaan tersebut lemah, dan pakar ekonomi berusaha keras mencari penjelasan atas pertanyaan, misalnya, mengapa di Amerika Serikat warganya tidak menjadi lebih bahagia ketika harta benda mereka semakin berlimpah.
Demikian tulis Elsa Youngsteadt yang mengulas hasil penelitian Elizabeth Dunn itu di ScienceNOW Daily News, 20 Maret 2008 dengan judul “The Secret to Happiness? Giving”. (Rahasia Menuju Bahagia? Memberi). Hasil temuan yang sama ini dikupas oleh Brendan Borrell di majalah ilmiah kondang, Nature, di bawah judul “Money buys happiness. Especially if you give it away.” (Uang membeli kebahagiaan. Terutama jika Anda Menghadiahkannya) .
Sang peneliti, pakar psikologi sosial, Elizabeth Dunn, dalam kajiannya ingin menemukan jenis pembelanjaan uang seperti apa yang sebenarnya membuat orang bahagia. Ia dan rekannya meneliti 109 mahasiswa universitasnya. Tidak heran, kebanyakan berkata bahwa mereka lebih bahagia dengan uang 20 dolar ketimbang hanya 5 dolar. Para mahasiswa itu menambahkan bahwa mereka akan membelanjakannya untuk diri sendiri ketimbang untuk orang lain.
Di sisi lain, Dunn dan timnya memberi 46 mahasiswa lain dengan amplop berisi uang 5 dolar atau 20 dolar, tapi tidak membiarkan mereka bebas memilih untuk apa uang tersebut akan dibelanjakan. Yang dilakukan peneliti itu adalah menyuruh mereka membelanjakan uang itu untuk hal-hal tertentu.
Menariknya, mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk amal kemanusiaan atau membeli hadiah untuk orang lain pada akhirnya lebih bahagia dibandingkan mereka yang membelanjakan untuk kepentingan pribadi, seperti melunasi rekening atau bersenang-senang.
Ternyata fenomena ini tidak berlaku untuk kalangan mahasiswa saja. Kelompok penelitian Dunn juga melakukan jajak pendapat pada 16 karyawan di sebuah perusahaan di Boston sebelum dan sesudah mereka mendapatkan bonus dengan beragam besaran. Selain itu Dunn dan rekannya mengumpulkan data tentang gaji, pengeluaran, dan tingkat kebahagiaan dari 632 orang di seantero Amerika Serikat.
Kesimpulannya sungguh menarik. Di kedua kelompok orang tersebut, kebahagiaan ternyata ada hubungannya dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk orang lain daripada jumlah absolut bonus atau gaji.
Hasil temuan ini “membenarkan dugaan kami lebih kuat daripada yang berani kami impikan,” kata Dunn. Pengaruh membelanjakan uang demi kebaikan orang lain mungkin mirip olah raga yang memiliki pengaruh seketika maupun dampak jangka panjang, papar Dunn sebagaimana ditulis Elsa Youngsteadt.
Satu kali memberi mungkin menjadikan seseorang bahagia dalam sehari, tapi ketika kebiasaan memberi ini menjadi sebuah cara hidup, dampak kebahagiaan itu bisa menjadi sangat lama, papar Dunn.
Yang tak kalah menarik, di akhir tulisan ilmiahnya, sang pakar, Dunn, berharap bahwa temuannya itu suatu saat bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam menganjurkan sikap kedermawanan kepada warganya yang mengabaikan manfaat sikap positif ini. Menurutnya, hal ini dalam rangka menciptakan warga negara yang cenderung memberikan harta mereka untuk kebaikan orang lain, sehingga bertambahnya kekayaan warga beriringan dengan semakin meningkatnya kebahagiaan warga negeri tersebut.
Pakar ekonomi Andrew Oswald dari University of Warwick, Inggris, menganjurkan bahwa hasil kajian ini perlu dikukuhkan lebih lanjut dengan memperbesar jumlah orang yang diteliti, hingga mendekati 1000 orang, agar kesimpulannya benar-benar meyakinkan. Terlepas dari itu, Oswald berujar bahwa hasil penelitian Dunn bakal mengejutkan kebanyakan pakar ekonomi. Sebab selama ini mereka beranggapan bahwa membelanjakan uang untuk diri sendiri memberikan kebahagiaan terbesar.
“Ini adalah hasil temuan yang membuat penasaran yang tidak akan Anda temukan di 101 buku pelajaran Ekonomi,” kata Oswald. (cs/ScienceNOW Daily News/www.hidayatullah. com]

MEMBERI DAN MENERIMA

MEMBERI adalah pangkal kebahagiaan, kemuliaan, kesuksesan, kekayaan, kemenangan, kehebatan, kegagahan, kebesaran, dan segala apa yang baik-baik. Oleh karena itu banyak ayat dan hadist yang menyuruh kita memberi. Yang dimaksudkan MEMBERI di sini tidak semestinya berupa uang. Kadang-kadang bisa berupa tenaga, fikiran / idea atau sekadar senyuman dan jasa baik. Perkataan yang sederajat dengan MEMBERI adalah membahagiakan, membantu, menolong, mengajar orang lain, menulis untuk orang lain dan memudahkan orang lain dan sejenisnya yang pada dasarnya membuat orang lain bergembira.
Lawan perkataannya adalah MENERIMA. Perbuatan MENERIMA bukanlah haram tetapi tidak digalakkan di dalam agama. Jika seseorang hanya terfokus kepada perbuatan MENERIMA sahaja, maka sukar baginya untuk mencapai apa-apa kejayaan. MENERIMA simbolik dengan kelemahan, kehinaan, kekecilan, kegagalan, kehancuran dan apa sahaja yang kurang baik.
PeEKr yang sederajat dengan MENERIMA adalah meminta, mengharap, meratap, minta belas kasihan, mengemis, mengharap subsidi.
Karena MENERIMA tidak dilarang, maka jika kita melakukan perbuatan MENERIMA, seharusnya kira mempunyai cita-cita untuk MEMBERI. Dengan itu kelemahan sementara kita bisa berubah menjadi kekuatan.
Jika kita menerima ilmu seharusnya kita berusaha untuk mengajar / memberikan ilmu itu kepada orang lain.
Jika kita menerima uang, maka seharusnya kita kembangkan uang itu agar kita bisa memberi bantuan uang kepada orang lain.
Berusahalah MEMBERI setiap saat, maka anda akan kuat dan berjaya. Insya Allah.