MEMBERI DAN MENERIMA
MEMBERI adalah
pangkal kebahagiaan, kemuliaan, kesuksesan, kekayaan, kemenangan,
kehebatan, kegagahan, kebesaran, dan segala apa yang baik-baik. Oleh
karena itu banyak ayat dan hadist yang menyuruh kita memberi. Yang
dimaksudkan MEMBERI di sini tidak semestinya berupa uang. Kadang-kadang
bisa berupa tenaga, fikiran / idea atau sekadar senyuman dan jasa baik.
Perkataan yang sederajat dengan MEMBERI adalah membahagiakan, membantu,
menolong, mengajar orang lain, menulis untuk orang lain dan memudahkan
orang lain dan sejenisnya yang pada dasarnya membuat orang lain
bergembira.
Lawan
perkataannya adalah MENERIMA. Perbuatan MENERIMA bukanlah haram tetapi
tidak digalakkan di dalam agama. Jika seseorang hanya terfokus kepada
perbuatan MENERIMA sahaja, maka sukar baginya untuk mencapai apa-apa
kejayaan. MENERIMA simbolik dengan kelemahan, kehinaan, kekecilan,
kegagalan, kehancuran dan apa sahaja yang kurang baik.
PeEKr yang sederajat dengan MENERIMA adalah meminta, mengharap, meratap, minta belas kasihan, mengemis, mengharap subsidi.
Karena
MENERIMA tidak dilarang, maka jika kita melakukan perbuatan MENERIMA,
seharusnya kira mempunyai cita-cita untuk MEMBERI. Dengan itu kelemahan
sementara kita bisa berubah menjadi kekuatan.
Jika kita menerima ilmu seharusnya kita berusaha untuk mengajar / memberikan ilmu itu kepada orang lain.
Jika kita menerima uang, maka seharusnya kita kembangkan uang itu agar kita bisa memberi bantuan uang kepada orang lain.
Berusahalah MEMBERI setiap saat, maka anda akan kuat dan berjaya. Insya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar